Rabu, 03 April 2013

BTN Biayai Rumah Murah untuk Anggota Jamsostek

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance

 
 
Jakarta - Pasar telah merespon positif bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia. Untuk mendukung itu, Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Jamsostek, REI dan Apersi bekerjasama membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tinggal yang layak.

Kerjasama tersebut direalisasikan dalam bentuk Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Tentang Penyediaan Rumah Bagi Peserta Jamsostek dengan Fasilitas KPR dan Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan, di Menara BTN, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, kebutuhan rumah masih sangat tinggi dan tidak sebanding dengan kemampuan untuk menyediakannya. Backlog kebutuhan rumah saat ini masih sekitar 13.500.000 yang belum terpenuhi. Setidaknya diperkirakan sekitar 800.000 rumah dibutuhkan setiap tahun oleh masyarakat.

"Oleh karena itu dibutuhkan peran semua pihak untuk merelaisasi kebutuhan rumah tersebut. Tujuan akhir dari kesepahaman kerjasama yang kami lakukan hari ini adalah bagaimana agar para pekerja anggota Jamsostek secara pasti akan mendapatkan rumah," kata Maryono.

MOU yang ditandatangani antara Bank BTN, Jamsostek, Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) adalah tentang Penyediaan rumah bagi peserta Jamsostek dengan fasilitas KPR.

Dalam hal ini Jamsostek akan memberikan data base tentang pekerja yang menjadi anggota Jamsostek tetapi belum memiliki rumah.

Sementara REI dan Apersi akan membangun rumahnya dan Bank BTN menyiapkan pembiayaannya melalui KPR.

Sementara MOU Jamsostek dengan Bank BTN adalah tentang Pemanfaatan Produk dan Pelayanan Jasa Perbankan. Ruang lingkup MOU ini akan lebih luas lagi, yaitu untuk pemanfaatan produk,jasa dan fasilitas perbankan serta jaringan dan berbagai bentuk kerjasama pengembangan teknologi informasi, perbankan dan keuangan dengan tetap mempertimbangkan peraturan, kebijakan dan prosedur yang berlaku baik pada Jamsostek maupun Bank BTN.

Maryono menyebutkann tahun 2013 komposisi kredit Bank BTN terbesar masih di kredit perumahan 85% dan kredit non perumahan 15%. Jamsostek, REI dan Apersi memiliki kompetensi untuk memberikan dukungan guna mengurangi backlog tersebut.

Penyaluran pinjaman renovasi rumah (PRR-KB) melalui Bank BTN saat ini telah mencapai Rp 44,75 miliar. Sedangkan dari 977 penyaluran, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP-KB) melalui Bank BTN sebesar Rp 295,59 miliar. Dari 20.014 penyaluran, total PUMP sampai dengan 31 Desember 2012 sebesar Rp 836,16 miliar. Penyaluran di tahun 2013 sampai dengan Maret telah disalurkan sekitar Rp 9 miliar dari 423 tenaga kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar