Kamis, 21 Januari 2016

Dukung Kereta Cepat, Pemprov Jabar Akan Bangun 8 Rute LRT

Erna Mardiana - detikfinance

  Ridwan Kamil Usul Kereta Cepat Terhubung LRT, Jonan: Itu Bagus 
 
 
Jakarta -Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengajukan rencana pembangunan 8 jalur atau trase angkutan massal berbasis kereta atau Light Rail Transit (LRT) yang melintasi kawasan Bandung Raya. Rencananya, ada 14 main station atau stasiun utama.

Pembangunan 8 trayek LRT ini dilakukan untuk mendukung konektivitas di wilayah Bandung Raya dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang beroperasi di 2019. Untuk wilayah Bandung Raya, kereta cepat direncanakan berhenti di wilayah Walini dan Tegalluar (dekat Gedebage).

Hal ini diungkapkan Sekda Pemprov Jabar, Iwa Karniwa usai rapat koordinasi dengan Walikota Bandung, Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (13/1/2016).

"Kita mengajukan delapan jalur atau trase. Dua jalur di dalam kota (Bandung), enam trase lainnya di kabupaten dan kota lainnya," jelasnya.

Kawasan Bandung Raya terdiri dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Bandung Barat, dan Sumedang.

Hasil gambar untuk lrt


Delapan trase itu yaitu: Leuwipanjang-Jatinangor, Leuwipanjang-Padalarang, Leuwipanjang-Soreang, Gedebage-Majalaya, Dago-Leuwipanjang, Cibeureum-Gedebage, Martadinata-Majalaya, dan Dago-Pasirluyu.

Sementara itu, stasiun utama berada di 14 titik, yaitu Padalarang, Bundaran Cibeureum, Leuwipanjang, Soreang, Banjaran, Majalaya, Tanjungsari, Jatinangor, Gedebage, Martadinata, Terminal Dago, Ciumbuleuit, Babakan Siliwangi, dan Pasirluyu.

"Ini main station, kalau stasiun kecil-kecilnya nanti banyak," ujar Iwa.

 Hasil gambar untuk lrt

Menurut Iwa, pembangunan LRT ini mutlak dilakukan untuk terintegrasi dengan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Nanti setelah naik kereta cepat Jakarta-Bandung sekitar 45 menit, terus nanti naik apa dari Gedebage? Kalau tetap 1 jam ke Gedungsate misal, ya percuma," tambahnya.

Karena itu, Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung mengusulkan pembangunan LRT Bandung Raya, di mana Kota Bandung sebagai pusatnya.

 Hasil gambar untuk lrt

"Tapi kan masa cuma di Kota Bandung saja, makanya kita menyentuh seluruh daerah di kawasan Bandung Raya. Hal ini juga untuk efisiensi," katanya.

Saat ini, kata Iwa, pihaknya masih menunggu Perpres mengenai hal ini. Lebih lanjut, pembangunan LRT Bandung Raya akan melibatkan BUMD Provinsi Jabar, BUMD setiap kabupaten dan kota, serta pihak asing. Nanti akan dibentuk konsorsium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar