Kamis, 21 Januari 2016

Ahok Ancam Alihkan Proyek LRT ke BUMN


Ahok berencana menggandeng PT Adhi Karya Tbk.
Ahok Ancam Alihkan Proyek LRT ke BUMN
Gurbernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama  (VIVA.co.id/Ade Alfath)
VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengancam akan mengalihkan pengerjaan proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Adhi Karya adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengerjakan dua rute proyek kereta ringan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, yaitu jalur Cibubur - Dukuh Atas, dan Bekasi Timur - Dukuh Atas.

Ahok mengatakan, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI yang ditunjuk mengerjakan proyek LRT Jakarta dinilai tak kunjung menunjukkan kemajuan terkait pembangunan proyek yang ditargetkan akan terintegrasi dengan moda transportasi kereta angkutan massal (Mass Rapid Transit/MRT).

"Jakpro bingung bangunnya, dia minta Perda (untuk melindungi kelanjutan pembangunan LRT)," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa, 19 Januari 2016.

Padahal, Ahok mengatakan, DKI sendiri memanfaatkan keberadaan Perda Nomor 12 Tahun 2004, yang mewajibkan tindakan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada Jakpro untuk menunjuk Jakpro mengerjakan LRT.

Pembuatan Perda baru yang harus melewati proses di DPRD DKI dinilai akan membuat pengerjaan LRT Jakarta semakin terlambat. Jakpro sendiri tidak memenuhi target pemancangan tiang pertama (ground breaking) LRT pada bulan Januari 2016.

Dia mengatakan, bila terus menerus tidak menunjukkan kemajuan, Unit Pengelola Teknis (UPT) LRT Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI bisa melakukan lelang kontraktor pembangunan LRT, dengan menggandeng PT Adhi Karya.

"Kalau Jakpro minta Perda, lebih baik saya suruh UPT yang bangun LRT. UPT kemudian tunjuk Adhi Karya yang bangun."

Sebagai informasi, Ahok sering menyoroti kinerja Jakpro yang belakangan dinilai tak mampu mengerjakan berbagai proyek pembangunan infrastruktur, yang dibebankan kepadanya. Salah satunya, tak kunjung melakukan pekerjaan revitalisasi Gelanggang Olah Raga (GOR) Velodrome di Jakarta Timur.  Hal tersebut membuat pelaksanaan cabang olah raga balap sepeda di Asian Games 2018 terancam dialihkan ke gelanggang olah raga serupa di Kota Bandung, Jawa Barat.
(mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar