Kamis, 28 Februari 2013

Persiapan E-Ticketing Transjakarta Busway di Koridor 3

menguji kualitas barrier gate

Kapan kiranya Transjakarta Busway akan menjalankan sistem canggih E-Ticketing yang berbasis kartu prabayar/prepaid/e-money ini. setelah sukses berjalan dikoridor 1.

kita tunggu saja mudah"an bulan Maret khusu pengguna Transjakarta Busway di Koridor 3 dapat menikmatinya.


mesin lama dan mesin barrier baru berjajar

uji coba di halte Kalideres


COMING SOON  !!!

Rabu, 20 Februari 2013

Sabah Diduduki Saudara Sultan Sulu, Malaysia Ancam Perang

"Saya harap mereka tidak memaksa kami."

 Eko Huda S
Polisi Malaysia berjaga di Lahad Datu, Sabah
Polisi Malaysia berjaga di Lahad Datu, Sabah (REUTERS/Bazuki Muhammad)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Sudah dua pekan ini wilayah Lahat Datu, Sabah, Malaysia, diduduki oleh kelompok bersenjata dari Kesultanan Sulu, Filipina. Mereka menuntut Malaysia mengembalikan wilayah yang sedang mereka duduki itu ke Kesultanan Sulu.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengatakan, negaranya tidak akan berkompromi dalam menegakkan kedaulatan. "Saya harap mereka tidak memaksa kami," kata Hishammuddin seperti dikutip The Star, Selasa 19 Februari 2013.

Namun, Hishammuddin mengatakan Malaysia tetap mengupayakan sengketa ini bisa diselesaikan dengan cara damai. Malaysia tidak ingin masalah pendudukan ini diselesaikan melalui pertumpahan darah. "Kami harus melakukan tindakan yang benar pada waktu yang tepat. Dan jika kami harus mengambil keputusan, kami tidak akan ragu-ragu," dia mengancam.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kelompok yang diperkirakan terdiri dari 100 orang dari Sulu, Filipina, dilaporkan menduduki sebuah wilayah di Sabah. Kelompok itu dipimpin oleh Raja Muda Azzimudie Kiram, saudara Sultan Sulu Jamalul Kiram III. Mereka menuntut Malaysia mengembalikan wilayah di Sabah itu, yang dia klaim merupakan warisan leluhurnya.

Pendudukan ini mulai dilakukan setelah ada kesepakatan damai antara pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Kepulauan Mindanao. Kesepakatan ini menyebut Mindanao--termasuk Sulu--merupakan wilayah otonomi Bangsamoro dan memberikan sebagian besar wilayah untuk dikelola secara independen.

Kesepakatan tersebut menyebabkan Kesultanan Sulu merasa tidak mendapat lahan lagi dan berniat merebut wilayah mereka di tempat yang lain, yaitu Sabah, Malaysia.

Pada mulanya, wilayah Sabah atau dahulu disebut Borneo Utara ini merupakan milik Kesultanan Brunei. Namun, Sultan Brunei memberikan wilayah ini kepada Sultan Sulu. Pemberian ini merupakan balas jasa bagi Sultan Sulu yang telah membantu meredam perang sipil di Kesultanan Brunei. Baca selengkapnya

Bekasi Segera Miliki Stasiun Kereta Api Baru

Terletak di daerah mana dan seberapa penting.

 Desy Afrianti, Erik Hamzah (Bekasi)
KRL di Stasiun Bekasi
KRL di Stasiun Bekasi (ANTARA)
VIVAnews - Kabupaten Bekasi segera memiliki stasiun kereta api baru. Stasiun itu terletak di Desa Telaga Murni, Cikarang Barat. Posisinya terletak di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang. Stasiun baru tersebut rencananya mulai dibangun pertengahan tahun ini.

Sekertaris Daerah Kabupaten Bekasi, Muhyidin, menyampaikan bahwa pembangunan stasiun itu dimulai dalam dua bulan mendatang. "Rencana pembangunan stasiun kereta api lintas Jakarta-Cikampek itu sudah disepakati dalam MoU dari Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api, serta Pemerintah Kabupaten Bekasi," kata Muhyidin.

Pembangunan stasiun diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp16 miliar. Dananya berasal dari konsorsiun swasta, yang ditentukan berdasarkan sistem lelang.

Pembangunan Stasiun di Desa Telagamurni ini adalah salah satu program nasional untuk mengatasi kemacetan di Kabupaten Bekasi. Sekaligus untuk pengembangan wilayah yang diprogramkan kementerian perhubungan.

Lokasi Stasiun Telaga Murni terletak di lintasan rel kereta kilometer 38.600, dengan luas lahan 5.000 meter.

"Ini merupakan prakarsa dari pemerintah daerah yang melibatkan peran swasta, dalam hal ini pengembang kawasan pemukiman di wilayah Kabupaten Bekasi," kata Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, MA Supratman.

Jumat, 15 Februari 2013

FOTO - FOTO Peresmian Koridor 12


Peresmian Koridor 12 di Museum Fatahillah






Halte Museum Fatahillah bernuansa bangunan di Zaman Belanda, menyesuaikan gedung-gedung disekeliling Kota Tua. Menambah keindahan di lokasi tersebut.





Bus-Bus Gandeng yang akan mengisi Koridor 12
 










Grup Kalla Minta PT Jakarta Monorail Terbuka

Penulis : Didik Purwanto
 
KOMPAS.com/Indra Akuntono Salah satu maket Monorel yang rencananya akan dibangun di DKI Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Grup Kalla menginginkan PT Jakarta Monorail untuk bisa terbuka mengenai segala proses proyek monorel. Corporate Secretary Grup Kalla Andi Asmir menyatakan, selama ini, pihak JM tidak terbuka sejak perkenalan bisnis bersama pada Desember 2012 lalu.
"Intinya kami tidak maju atau mundur sebab Jakarta Monorail selama ini tidak terbuka. Mereka belum mau melakukan proses standar bisnis seperti biasa," kata Andi saat konferensi pers di Ritz Carlton Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Menurut Andi, selama ini, Grup Kalla tidak bisa melanjutkan proses bisnis bersama ataupun mundur sebab sampai saat ini belum ada ikatan bersama antara kedua perusahaan. Namun, bila PT JM memilih bekerja sama dengan Grup Ortus, pihaknya juga memilih menerima dengan senang hati.
"Silakan saja. Yang penting proyek ini lekas bisa direalisasikan dan dinikmati masyarakat," tambahnya.
Selama ini, Grup Kalla ingin mencoba menganalisis untuk menyelesaikan macet tersebut dari kacamata bisnis JM, termasuk apa yang sudah dilakukan oleh JM. Namun, ternyata apa yang sudah dilakukan JM, termasuk segala utang-utangnya, justru malah ditutupi.

"Kami ini sudah mengirimkan penandatanganan kerja sama (MoU) sejak Desember lalu. Namun, itu pun belum disepakati. Isi MoU tersebut merupakan proses studi kelayakan (due diligence) dari proyek monorel yang ditawarkan Grup Kalla," tambahnya.
Namun, dari percakapan awal tersebut, sebenarnya JM juga belum memberikan respons. Pihak JM hanya merespons sekali pada awal Januari. Lantas direspons balik oleh Grup Kalla, tetapi sejak itu lantas tidak ada kabar sama sekali. Tiba-tiba, muncul Grup Ortus sebagai partner JM.

Seperti diberitakan, Manajemen Grup Hadji Kalla menegaskan tetap berkomitmen membangun monorel di Jakarta melalui kepemilikan saham mayoritas (top majority) di PT Jakarta Monorail. Grup Kalla bahkan telah menyiapkan konsep dan pendanaan untuk merealisasikan komitmen tersebut.
Grup Kalla meluruskan pemberitaan yang menyatakan Grup Kalla mundur dari proyek monorel Jakarta akibat masuknya investor baru ke PT Jakarta Monorail. "Kami belum pernah menyatakan akan mundur dan kami tetap komitmen merealisasikan proyek monorel Jakarta. Dari sisi konsep dan pendanaan juga, kami sudah sangat siap," kata Andi.

Dalam satu bulan terakhir, Grup Kalla melakukan pembicaraan yang cukup intens dengan PT Jakarta Monorail. Bahkan, dalam rapat terakhir pada 23 Januari 2013, disepakati PT Jakarta Monorail akan memberikan tanggapan atas draf kesepakatan kerja sama untuk pembangunan proyek monorel pada 25 Januari.

"Namun, hingga kini, belum ada tanggapan, justru pagi ini ada pernyataan di berbagai media yang menyatakan bahwa ada investor baru dari Singapura, Ortus Group, yang katanya menggantikan kami dalam proyek monorel tersebut," kata Andi.

Andi menandaskan, Grup Kalla juga tetap berkomitmen menjadi pemegang saham mayoritas di PT Jakarta Monorail, pemegang konsesi proyek monorel Jakarta.
Grup Kalla masih berpegang pada kesepakatan awal dengan manajemen PT Jakarta Monorail bahwa Grup Kalla akan menjadi top majority di PT Jakarta Monorail. Sampai saat ini, belum ada perubahan kesepakatan antara Grup Kalla dan manajemen PT Jakarta Monorail. 


Editor :
Erlangga Djumena

Pemprov DKI akan Gandeng Mal di Bekasi Urai Kemacetan di Ibukota

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - - Pemprov DKI Jakarta berencana menggandeng mal-mal di wilayah satelit Jakarta, seperti Bekasi untuk terlibat dalam upaya penanggulangan macet di Ibu Kota. Caranya, mal-mal tersebut cukup menyediakan lahan parkir bagi mobil warga bekasi yang bekerja di Jakarta.

"Kita lagi mau panggil yang punya mal di Bekasi. Kita mau tes langsung dari Bekasi masuk. Terus diminta dia bayar parkirnya murah. Kayak (di stasiun) kereta api, titip mobil sehari hanya Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu," ujar Wagub DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) di Gedung Balai Kota, Senin (11/2/2013) malam.

Ahok menjelaskan, nantinya mobil yang memarkirkan kendaraannya di mal-mal terkait, cukup membayar tarif parkir dengan harga murah untuk satu hari. Hal ini, menurutnya, untuk memancing warga agar bersedia meletakkan kendaraannya, lalu melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan bus-bus yang disediakan Pemprov DKI.

Untuk memberi kemudahan lebih besar lagi, Ahok mengatakan akan menggandeng PT Jasa Marga agar dapat menyediakan jalur khusus bagi bus-bus tersebut.

"Iya, jadi seolah-olah ada busway di tol. Sehingga orang akan berpikir daripada gue bawa mobil di tol, macet, mending parkir mobil, terus naik bus. Kalau Jasa Marga (tidak bersedia), juga tidak apa-apa. Terserah. Kan kita punya ERP, nanti satu koma sekian juta kendaraan yang masuk ke Jakarta kalau kamu nggak parkir, kan kita charge uang," pungkasnya.

Berdiri & Berdesak-desakan, Jokowi Jajal Busway Koridor XII

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - - Usai meresmikan busway koridor XII (Pluit-Tanjung Priok), Gubernur DKI Joko Widodo langsung mencoba koridor baru tersebut. Orang nomor satu di pemprov DKI ini ikut berdesak-desakan dan berdiri dalam bus TransJ itu.

Setelah meresmikan, Jokowi dan rombongan staf dengan mengajak para wartawan langsung menuju ke halte busway Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2013). Dari halte ini Jokowi dan rombongan melaju ke arah Tanjung Priok.

Begitu masuk bus, rombongan puluhan orang ini langsung berebut tempat duduk. Begitu Jokowi masuk semua tempat duduk sudah terisi.

Seorang wartawan sempat berpindah dan menawari tempat duduknya untuk Jokowi. Namun mantan Walikota Solo ini malah menolak.

"Sudah nggak apa," kata Jokowi.

Jadilah, Jokowi berdiri dan berdesak-desakan bersama rombongan dalam bus TransJ berwarna merah itu. Dia duduk di sisi depan.

Perjalanan yang dimulai pukul 11.10 WIB ini relatif lancar. Di wilayah Kota Tua sempat ada genangan air dan kendaraan yang masuk ke dalam jalur busway.

"Memang jumlah armadanya masih kurang, tadi juga sterilisasi masih belum. Kemudian juga tidak ada jalur untuk menyalib. SPBG juga masih kurang," ujar Jokowi mengenai koridor XII ini. Sampai pukul 12.00, rombongan belum sampai akhir ke tujuan akhir di Pluit.

Kadishub Udar Pristono mengatakan jumlah bus yang yang akan melayani koridor ini berjumlah 36 bus. Operator bus ini berasal dari Bianglala dan pengadaannya dilakukan melalui proses lelang.