KOMPAS.com/Indra Akuntono
Salah satu maket Monorel yang rencananya akan dibangun di DKI Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com —
Grup Kalla menginginkan PT Jakarta Monorail untuk bisa terbuka mengenai
segala proses proyek monorel. Corporate Secretary Grup Kalla Andi Asmir
menyatakan, selama ini, pihak JM tidak terbuka sejak perkenalan bisnis
bersama pada Desember 2012 lalu.
"Intinya kami tidak maju atau
mundur sebab Jakarta Monorail selama ini tidak terbuka. Mereka belum mau
melakukan proses standar bisnis seperti biasa," kata Andi saat
konferensi pers di Ritz Carlton Jakarta, Kamis (14/2/2013).
Menurut
Andi, selama ini, Grup Kalla tidak bisa melanjutkan proses bisnis
bersama ataupun mundur sebab sampai saat ini belum ada ikatan bersama
antara kedua perusahaan. Namun, bila PT JM memilih bekerja sama dengan
Grup Ortus, pihaknya juga memilih menerima dengan senang hati.
"Silakan saja. Yang penting proyek ini lekas bisa direalisasikan dan dinikmati masyarakat," tambahnya.
Selama
ini, Grup Kalla ingin mencoba menganalisis untuk menyelesaikan macet
tersebut dari kacamata bisnis JM, termasuk apa yang sudah dilakukan oleh
JM. Namun, ternyata apa yang sudah dilakukan JM, termasuk segala
utang-utangnya, justru malah ditutupi.
"Kami ini sudah mengirimkan
penandatanganan kerja sama (MoU) sejak Desember lalu. Namun, itu pun
belum disepakati. Isi MoU tersebut merupakan proses studi kelayakan (
due diligence) dari proyek monorel yang ditawarkan Grup Kalla," tambahnya.
Namun,
dari percakapan awal tersebut, sebenarnya JM juga belum memberikan
respons. Pihak JM hanya merespons sekali pada awal Januari. Lantas
direspons balik oleh Grup Kalla, tetapi sejak itu lantas tidak ada kabar
sama sekali. Tiba-tiba, muncul Grup Ortus sebagai partner JM.
Seperti
diberitakan, Manajemen Grup Hadji Kalla menegaskan tetap berkomitmen
membangun monorel di Jakarta melalui kepemilikan saham mayoritas (
top majority) di PT Jakarta Monorail. Grup Kalla bahkan telah menyiapkan konsep dan pendanaan untuk merealisasikan komitmen tersebut.
Grup
Kalla meluruskan pemberitaan yang menyatakan Grup Kalla mundur dari
proyek monorel Jakarta akibat masuknya investor baru ke PT Jakarta
Monorail. "Kami belum pernah menyatakan akan mundur dan kami tetap
komitmen merealisasikan proyek monorel Jakarta. Dari sisi konsep dan
pendanaan juga, kami sudah sangat siap," kata Andi.
Dalam satu
bulan terakhir, Grup Kalla melakukan pembicaraan yang cukup intens
dengan PT Jakarta Monorail. Bahkan, dalam rapat terakhir pada 23 Januari
2013, disepakati PT Jakarta Monorail akan memberikan tanggapan atas
draf kesepakatan kerja sama untuk pembangunan proyek monorel pada 25
Januari.
"Namun, hingga kini, belum ada tanggapan, justru pagi ini
ada pernyataan di berbagai media yang menyatakan bahwa ada investor
baru dari Singapura, Ortus Group, yang katanya menggantikan kami dalam
proyek monorel tersebut," kata Andi.
Andi menandaskan, Grup Kalla
juga tetap berkomitmen menjadi pemegang saham mayoritas di PT Jakarta
Monorail, pemegang konsesi proyek monorel Jakarta.
Grup Kalla masih berpegang pada kesepakatan awal dengan manajemen PT Jakarta Monorail bahwa Grup Kalla akan menjadi
top majority
di PT Jakarta Monorail. Sampai saat ini, belum ada perubahan
kesepakatan antara Grup Kalla dan manajemen PT Jakarta Monorail.
Editor :
Erlangga Djumena