Rabu, 13 Januari 2016

6 Jalur Kereta Perintis Ini Dapat Subsidi Puluhan Miliar

Oleh : Raden Jihad Akbar

6 Jalur Kereta Perintis Ini Dapat Subsidi Puluhan Miliar
Kereta Api Kaligung bernuansa Borobudur. (VIVA.co.id/Dwi Royanto (Semarang)Dwi Royanto (Semarang))
 
VIVA.co.id - Kementerian Perhubungan memberikan subsidi bagi angkutan perintis moda transportasi kereta api di enam perlintasan pada 2016. Total subsidi yang diberikan sebesar Rp80 miliar. 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kemenhub, JA Barata mengungkapkan, penandatanganan pemberian kontrak subsidi angkutan kereta api perintis ini dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rutin masing masing daerah perlintasan. 

Yaitu, PPK Balai Teknis Perkeretaapian Sumatera Bagian Selatan, PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat, PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, dan PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur dengan Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI)  serta disaksikan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, Selasa kemarin. 

Dia menjabarkan, dari enam lintasan pelayanan tersebut, baru empat lintasan yang sudah dilakukan penandatanganan pemberian subsidi, yaitu : 

1. KA Keperintisan pada lintas pelayanan Mojokerto – Tarik – Tulangan – Sidoarjo

2. KA Keperintisan pada lintas pelayanan Purwosari – Sukoharjo – Wonogiri

3. KA Keperintisan pada lintas pelayanan Kertapati – Indralaya

4. KA Keperintisan pada lintas pelayanan Padalarang – Cianjur – Sukabumi

Sedangkan dua lintasan lainnya yaitu Krueng Mane – Bungkah – Krueng Geukeuh dan lintas Padang – Lubukalung – Kayutaman – Padangpanjang – Solok akan dilaksanakan kemudian.

"Penyelenggaraan angkutan kereta api perintis ini merupakan fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan pelayanan angkutan kereta api kepada masyarakat," ujar Barata dalam keterangannya yang diterima Rabu 13  Januari 2016. 

Dia berharap, upaya ini dapat menjamin keberlangsungan pelayanan angkutan kereta api, sehingga menjadi moda transportasi alternatif yang tepat bagi masyarakat. 

Sebagai informasi, penyelenggaraan angkutan perintis kereta api tahun 2016 oleh PT KAI ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KMP) Nomor KP 9 Tahun 2016, tentang Penugasan kepada PT KAI untuk menyelenggarakan Angkutan Perintis Kereta Api. 

Nilai kontrak untuk KA Keperintisan pada lintas pelayanan Mojokerto – Tarik – Tulangan – Sidoarjo sebesarRp26,6 miliar dengan menggunakan KRDI Jenggala. Kemudian untuk lintas pelayanan Purwosari – Sukoharjo – Wonogiri nilai kontrak sebesar Rp8,3 miliar, dengan menggunakan KA Batara Kresna. 

Sedangkan, untuk lintas pelayanan Kertapati – Indralaya sebesar Rp4,1 miliar dengan menggunakan KA Kertalaya. Dan terakhir, untuk lintas pelayanan Padalarang – Cianjur – Sukabumi nilai kontrak sebesar Rp9,5 miliar dengan menggunakan KA Siliwangi. 

Menurutnya, dengan adanya subsidi pada penyelenggaraan KA Keperintisan ini, besaran tarif untuk KA Jenggala dan KA Batara Kresna bisa ditekan menjadi Rp4.000, sedangkan untuk KA Kertalaya dan KA Siliwangi menjadi Rp3.000 per tiket

Panjang 142 Km, Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2019

Feby Dwi Sutianto - detikfinance

Panjang 142 Km, Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2019
 
Jakarta -Kereta cepat Jakarta-Bandung akan mulai dibangun pada 21 Januari 2016. Proses konstruksi akan memakan waktu 3 tahun. High Speed Train (HST) pertama di Indonesia ini baru beroperasi mulai di 2019.

"Commissioning (ujicoba) awal di 2019," Kata Direktur Pengembangan TOD PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwi Windarto, Rabu (13/1/2016).

Tahap awal, kereta cepat Jakarta-Bandung akan membentang sepanjang 142 kilometer (km). Kereta cepat ini menghubungkan Stasiun Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur-Stasiun Tegalluar (seberang Gede Bage) di Bandung, Jawa Barat. Kereta cepat akan melalui 4 stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.

"Kalau sampai Halim, panjangnya hanya 142 km kalau sampai Gambir bisa 150 km," jelasnya.

Dwi menjelaskan pengembangan kereta cepat di sisi Jakarta belum ada rencana disambungkan hingga Stasiun Gambir di pusat kota Jakarta. Alasannya, kondisi bangunan dan adanya fasilitas strategis di sepanjang jalur Halim-Gambir sangat menghambat pengembangan jalur layang (elevated).

Opsi yang mungkin ialah membangun jalur bawah tanah (underground), namun biaya pembangunannya sangat mahal.

"Ada beberapa perkantoran dan kedutaan akan terkena dampak. Manggarai-Cawang itu banyak ruang publik," sebutnya.

Dwi optimistis, pekerjaan konstruksi bisa selesai tepat waktu di 2019. Apalagi mitra kerja adalah China, yang dinilainya sangat cepat dan berpengalaman dalam membangun jalur kereta cepat.

Sebagai ilustrasi, pembangunan jalur kereta dengan metode konvensional bisa memakan waktu 1 minggu untuk 1 bentang (lajur) dengan panjang pekerjaan 30 meter. Dengan teknologi China, pekerjaan bisa dikerjakan 2 bentang sekaligus. Setiap 1 hari bisa menyelesaikan 30 meter rel untuk 1 bentang, sehingga totalnya 60 meter bisa diselesaikan karena jalur kereta dibangun dalam konsep double track.

"Di China bangun kereta cepat mulai 2008. Posisi sampai akhir 2015, mereka sudah bangun jalur kereta cepat 17.000 km. Itu cukup masif," tambah Dwi.

Selain itu, pembangunan prasarana seperti jalur kereta dibagi ke dalam 8 seksi paket. Paket tersebut nantinya dikerjakan secara berbarengan, sehingga bisa mempercepat masa konstruksi menjadi 3 tahun.

"Kerja bareng dalam 8 seksi. Istilahnya digeruduk," ujarnya.

Senin, 11 Januari 2016

Dirut Baru Transjakarta Diminta Perbaiki Bus Reyot

Dirut Baru Transjakarta Diminta Perbaiki Bus Reyot
Budi Kaliwono, Dirut TransJakarta (Anwar Sadat - VIVA.co.id)
 
VIVA.co.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menyambut baik digantinya Direktur Utama Transportasi Jakarta. Pergantian diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Saat ini, Budi Kaliwono menjabat sebagai Direktur Utama Transjakarta menggantikan Antonius Kosasih.

"Ya baguslah untuk penyegaran. Saya belum ketemu sama yang baru, tapi dari cerita Pak Gubernur (Basuki Tjahaja Purnama) sudah punya pengalaman luar biasa di Cipaganti. Mudah-mudahan beliau bisa mengembangkan TransJakarta," ujar Djarot, di Balaikota, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2015.

Menurut Djarot, Dirut yang baru harus mampu menambah jumlah armada angkutan TransJakarta. Hal itu seiring tuntutan publik dengan semakin banyaknya penumpang. Revitalisasi armada juga menjadi prioritas yang harus dilakukan.

"Harapan tinggi banget pada beliau, terutama dalam pengadaan bus baru mengganti bus TransJakarta yang reyot itu. Bus TransJakarta juga banyak yang reyot loh. Harus segera diganti, karena ini bisnis usaha pelayanan, transportasi ini sebetulnya aspek kepercayaan, kenyamanan, ketepatan menjadi bagian penting," kata dia.

Sebelumnya, Ahok, sapaan Basuki, mencopot Antonius Kosasih sebagai Dirut TransJakarta karena dianggap tidak dapat memenuhi target pengadaan bus. Budi Kaliwono yang ditunjuk sebagai pengganti adalah bos pemilik travel Cipaganti. (one)

LOWONGAN KERJA TRANSJAKARTA BUSWAY 2016



lowongan supir busway
lowongan pramudi
lowongan satgas buswa
lowongan busway
lowongan kerja 2016

Kamis, 07 Januari 2016

Bus Tingkat Jakarta Hibah Coca Cola

BUS TINGKAT MAN






Alasan Ahok Copot Kosasih sebagai Dirut PT Transjakarta


Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama berbicara  belakangya berdiri Dirut PT Transjakarta Antonius Kosasih.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan mencopot Antonius NS Kosasih dari jabatan Direktur Utama PT Transjakarta. Basuki pun membeberkan alasannya mencopot Kosasih. 

"Saya pikir sudah hampir dua tahun (Kosasih menjabat sebagai Dirut PT Transjakarta), dia tidak mengerti yang saya mau," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (7/1/2016). 

Basuki mengatakan, PT Transjakarta di bawah kendali Kosasih tidak bisa bersaing dengan operator-operator bus sedang.

Padahal, alasannya membentuk PT agar dapat mempelajari berbagai kelemahan sistem bus rapid transit.

Tak hanya operator, kata Basuki, hingga kini warga Jakarta belum banyak yang beralih menggunakan transjakarta.

"Tentu banyak alasannya macam-macam. Soal sterilisasi, busnya jelek, (bus datang) tidak tepat waktu, macam-macam," kata Basuki.

Bahkan, menurut Basuki, bus-bus tidak laik jalan tetap beroperasi di Jakarta termasuk kesalahan PT Transjakarta. Mereka, kata dia, tidak bisa menguasai para operator.

PT Transjakarta seharusnya bisa menguasai seluruh rute bus-bus sedang. Caranya dengan mengajak operator bergabung dengan PT Transjakarta dan menerapkan sistem pembayaran rupiah per kilometer.

"Ini kayak konglomerat, tapi baik hati. Kami enggak membuat anda bersaing sampai bangkrut, saya akan tawarin anda (operator) ikut saya (PT Transjakarta) gitu lho. Tapi dua tahun kan hampir enggak jalan semua," kata Basuki. 

Rencananya, Kosasih akan diganti oleh Wakil Presiden Direktur PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk atau Cipaganti, Budi Kaliwono.

Serah terima jabatan akan dilaksanakan di kantor PT Transjakarta di Cawang, pukul 11.30 siang ini.

Penunjukkan Budi telah dilakukan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) PT Transjakarta

TRANSJAKARTA BUSWAY SCANIA